21 Maret 2013

PENGERTIAN PENYAKIT HIV AIDS & PENCEGAHANNYA


Pengertian HIV AIDS

Acquired Immune Deficiency Syndrome atau yang biasa kita kenal dengan istilah AIDS jika diartikan perkata seperti dibawah ini :
- Acquired berarti Anda dapat terinfeksi dengannya
- Immune Deficiency berarti Melemahnya sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit. sedangkan,
- Sindrom berarti sekumpulan masalah kesehatan yang membentuk penyakit.

AIDS adalah sindrom berupa gejala dan infeksi yang muncul karena terinfeksi virus HIV maupun virus sejenis seperti  SIV, FIV yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh manusia sehingga melemah dalam melawan penyakit.
Saat seseorang terinfeksi HIV sistem kekebalan tubuh akan mencoba melawan infeksi dengan membentuk antibodi berupa molekul khusus yang seharusnya untuk melawan HIV tetapi berbalik menyerang sistem kekebalan tubuh. Nah dari sini dapat disimpulkan apa jadinnya ketika antibodi seharusnya menjadi pertahanan dalam melawan penyakit tetapi berbalik menyerang dimana sistem kekebalan tubuh seseorang tidak dapat lagi menjalankan fungsinya dalam memerangi infeksi dan penyakit-penyakit, tentunya hal ini akan membuat tubuh menjadi lemah dan sangat rentan terhadap infeksi oportunistik dan terkena penyakit HIV AIDS serta penyakit lainnya

Untuk memastikan bahwa seseorang mengidap HIV positif maka perlu melakukan tes darah untuk HIV yang ditujukan untuk mencari antibodi. Jika antibodi ditemukan dalam darah hal itu menandakan bahwa seseorang terinfeksi HIV dan orang yang memiliki antibodi HIV disebut HIV-positif

Perbedaan HIV dan AIDS

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang T-sel dalam sistem kekebalan tubuh atau virus yang menginfeksi manusia dan akan menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh dalam menjalankan fungsinya sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sindrom yang muncul dalam stadium lanjut infeksi HIV yang muncul akibat menurunnya kekebalan tubuh dalam melawan penyakit, yang disebabkan karena infeksi HIV.

Jadi sudah jelas bahwa HIV dan AIDS merupakan hal yang berbeda. HIV merujuk kepada virus penyebabnya sedangkan AIDS adalah kondisi medis/penyakit yang timbul sebagai akibat infeksi HIV.

Tapi perlu diketahui bahwa mengidap HIV-positif, atau memiliki penyakit HIV, tidaklah sama dengan mengidap penyakit AIDS. Banyak orang yang mengidap HIV-positif tetapi tidak mengalami sakit selama bertahun-tahun karena masa antara infeksi HIV ke dalam tubuh seseorang dengan munculnya AIDS dapat berlangsung sekitar 8 hingga 10 tahun.

Selama kurun waktu tersebut tubuh orang yang terinfeksi HIV positif bisa tampak sehat, sama seperti orang dengan status HIV negatif. Tetapi meski demikian jika kondisi itu dibiarkan maka secara perlahan-lahan sistem kekebalan tubuh akan menurun dimana virus, parasit, jamur dan bakteri yang biasanya tidak menimbulkan masalah akan dapat membuat seseorang menderita berbagai penyakit saat sistem kekebalan tubuh rusak. Inilah yang disebut "infeksi oportunistik" dimana tubuh sangat rentan terkena infeksi dan penyakit

Bagaimana proses penularan HIV ?

Penularan HIV tidaklah mudah karena ada beberapa hal yang harus terpenuhi dalam proses penularannya sehingga HIV dapat menginfeksi seseorang, yaitu:
  1. Penularan HIV memerlukan media yang cocok, menurut hasil penelitian ada empat cairan tubuh yang sudah terbukti sangat berpotensi sebagai sumber media penularan karena dapat mengandung HIV konsentrasi tinggi, seperti: darah, air mani, cairan vagina dan ASI. Cairan tubuh lain, seperti: ludah, air mata, air seni dan keringat bisa mengandung HIV juga, namun dalam konsentrasi rendah dan belum atau tidak terbukti dapat berpotensi sebagai media yang cocok untuk penularan HIV.
  2. Terjadinya penularan HIV melalui jalur masuk yang tepat. HIV dapat masuk ke dalam tubuh melalui tiga jalur, yaitu : hubungan seksual tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik bersama terutama yang telah digunakan oleh orang yang sudah terinfeksi dan penularan dari ibu ke anak disaat hamil, melahirkan dan proses menyusui
  3. Penularan HIV juga memerlukan kondisi yang sesuai karena HIV merupakan jenis virus yang sangat rapuh, merlukan kondisi khusus yang sesuai untuk dapat bertahan hidup HIV seperti : bersuhu tubuh manusia, lembab, tidak ada kontak dengan udara terbuka dan suasana asam-basa yang seimbang (netral). Sedangkan kondisi lain yang dapat meningkatkan resiko penularan HIV adalah karena adanya luka terbuka dan masih baru; terinfeksi penyakit seksual menular dan tingginya konsentrasi HIV dalam media penularan, terutama pada periode jendela diman HIV sudah masuk dalam tubuh namun hasil tes HIV negatif karena antibodi belum terbentuk dan periode AIDS.

Dalam Kondisi apa HIV tidak menular ?

Seperti disebutkan diatas bahwa penularan HIV harus memenuhi beberapa syarat dalam penularannya dan perlu diketahui bahwa HIV tidak menular melalui hal-hal berikut karena tidak memenuhi persyaratan media, jalur masuk dan kondisi di atas:

  1. Kontak sosial, seperti bersalaman, berpelukan, bersentuhan, berciuman.
  2. Makanan dan penggunaan alat makan bersama
  3. Olah raga
  4. Penggunaan toilet bersama
  5. Gigitan nyamuk

Pencegahan Virus HIV

Pada dasarnya untuk mencegah segala macam penyakit menular dapat dilakukan dengan memutuskan mata rantai, Berikut ini adalah beberapa cara pencegahan virus HIV supaya tidak terjangkit penyakit AIDS :
  1. Melakukan hubungan Sex yang aman. Menurut saran medis, untuk mengurangi risiko kemungkinan virus HIV dan penyakit seksual lainnya dapat dicegah dengan kondom pria dan kondom wanita. Karena biasanya penyakit AIDS akan ditularkan oleh seseorang yang terkena virus HIV.
  2. Penggunaan jarum suntik bersama, Semaksimal mungkin gunakan jarum suntik yang baru untuk menghindari virus HIV yang mungkin sudah mengontaminasi.
  3. Penularan dari ibu dan anak juga bisa terjadi. Oleh karena itu, obat antiretrovirus, bedah caesar, dan pemberian makanann formula akan membantu menurunkan risiko HIV-AIDS.
Sampai saat ini belum ada obat penyembuhan HIV-AIDS tetapi hanya memperlambat perkembangan virus tersebut saja. Misalnya dengan penggunaan obat anti-retrovirus dan vaksin serta pengobatan alternatif. Oleh karena itu, kita pun perlu waspada terhadap penularan virus HIV yang bisa menyebabkan penyakit AIDS.

0 komentar

Posting Komentar